Tari Saronde dan Adat Perkawinan Gorontalo dalam Kehidupan Warga Suwawa
Tari Saronde hidup dalam adat perkawinan Gorontalo warga Suwawa, Bone Bolango. Simak makna, prosesi, dan perannya di kehidupan sehari-hari.

Ringkasan Cepat
- Suwawa adalah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, sekaligus ibu kota kabupaten dengan 10 desa.
- Tari Saronde adalah tarian penyambutan dalam adat perkawinan Gorontalo yang dibawakan gadis dengan piring lilin.
- Prosesi adat perkawinan Gorontalo umumnya berlangsung beberapa hari, mencakup malam mopo'a huta, akad, dan walimah.
- Warga Suwawa masih melestarikan adat ini lewat sanggar dan latihan rutin di balai desa.
- Biaya sewa busana dan pengiring tari di Suwawa relatif terjangkau dibanding kota besar.
Saronde di Ruang Tamu Warga Suwawa
Malam mulai turun di salah satu rumah panggung di Desa Bube, Suwawa. Lampu minyak di atas piring kecil dinyalakan, lalu tujuh gadis berbaris pelan mengikuti irama rebana. Itulah Saronde, tarian penyambutan yang menjadi pembuka hampir setiap pesta perkawinan Gorontalo di kecamatan ini.
Suwawa sendiri adalah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango yang juga menjadi ibu kota kabupaten. Sepuluh desa ada di dalamnya, dari Bube hingga Tinelo. Jaraknya sekitar 30 menit dari Kota Gorontalo lewat Jalan Bone Bolango. Di wilayah inilah adat perkawinan Gorontalo masih dijalankan bukan sebagai pertunjukan wisata, melainkan bagian dari urusan keluarga.
Tari Saronde dibawakan perempuan muda dengan piring berisi lilin menyala di kedua tangan. Gerakannya lembut, langkahnya pendek, dan pandangan mata ke depan. Dalam adat Gorontalo, tarian ini dipentaskan untuk menyambut tamu agung, termasuk pengantin pria saat tiba di rumah mempelai perempuan. Maknanya sederhana: penghormatan, kesabaran, dan kesiapan menerima tamu dengan hati bersih.
Urutan Adat yang Masih Dijaga
Perkawinan adat Gorontalo umumnya berlangsung beberapa hari. Malam pertama sering diisi mopo'a huta, acara mengantar pengantin pria ke rumah keluarga perempuan disertai arak-arakan dan Saronde. Setelah itu ada akad nikah, biasanya di masjid atau di rumah, lalu resepsi.
Di Suwawa, urutan ini tidak selalu sama antar desa. Warga Desa Bube dan Desa Suwawa cenderung mempertahankan prosesi lengkap karena banyak keluarga masih memegang garis keturunan Gorontalo. Sebaliknya, keluarga muda yang merantau ke Kota Gorontalo atau Manado kadang memangkas beberapa tahap karena waktu dan biaya.
Yang hampir tidak pernah hilang adalah Saronde. Tarian ini dianggap wajib saat pengantin pria masuk ke halaman rumah. Tanpa Saronde, kata sejumlah tetua, acara terasa kurang lengkap. Biaya menyewa penari dan pengiring musik di Suwawa relatif terjangkau, berkisar ratusan ribu rupiah untuk satu grup, jauh lebih murah dibanding menyewa di kota besar.
Antara Sanggar, Sekolah, dan Ekonomi Warga
Pelestarian Saronde di Suwawa bertumpu pada sanggar dan sekolah. Beberapa guru seni di SMP dan SMA setempat memasukkan Saronde ke kegiatan ekstrakurikuler. Anak-anak berlatih dua kali seminggu di aula desa atau halaman sekolah, memakai piring latihan tanpa lilin agar aman.
Ekonomi warga juga ikut bergerak. Penjahit kebaya dan busana adat di sekitar Pasar Suwawa menerima pesanan menjelang musim pernikahan, biasanya naik pada Juni hingga September. Perias pengantin dan pemain rebana sering dihubungi lewat mulut ke mulut, bukan lewat iklan digital.
Tantangan tetap ada. Generasi muda banyak yang merantau untuk bekerja atau kuliah, sehingga jumlah penari tetap di setiap desa terbatas. Beberapa sanggar mengaku kesulitan mencari penari pada hari kerja. Meski begitu, saat musim pernikahan tiba, halaman rumah warga kembali penuh dengan bunyi rebana dan langkah kecil para penari Saronde.
Pertanyaan yang Sering Muncul
Apa itu Tari Saronde?
Tari Saronde adalah tarian penyambutan dalam adat Gorontalo yang dibawakan gadis dengan piring berisi lilin menyala, biasanya untuk menyambut tamu agung dan pengantin pria.
Di mana Suwawa berada?
Suwawa adalah kecamatan di Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo, dan menjadi ibu kota kabupaten. Kecamatan ini terdiri dari 10 desa.
Apakah Saronde masih dipentaskan di Suwawa?
Ya. Saronde masih menjadi bagian prosesi perkawinan adat Gorontalo di Suwawa, dibawakan oleh sanggar lokal, pelajar, dan warga desa.
Berapa lama prosesi adat perkawinan Gorontalo?
Umumnya berlangsung beberapa hari, mulai dari mopo'a huta, akad nikah, hingga resepsi. Durasi bisa berbeda antar keluarga dan desa.